Selasa, 25 September 2018

Resmi !!! PSSI Jatuhkan Sanksi untuk Persib Bandung

RESMI !!! PSSI Jatuhkan Sanksi untuk PERSIB Bandung





Persib Bandung masih tetap memimpin klasemen sementara Liga 1 2018 usai meraih 3 angka saat menjamu Persija Jakarta, Minggu (23/09). Bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Persib bersusah payah untuk bisa menang 3-2 dari rival kuatnya tersebut.

Hasil ini membuat Maung Bandung semakin kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan 44 angka hingga pekan ke-23. Persib kini dibayangi oleh PSM Makassar yang menguntit di posisi kedua dengan jarak 6 angka.


Namun perjalanan anak asuh Mario Gomez ini untuk bisa menjaga jarak sepertinya akan semakin sulit dalam beberapa pekan ke depan. Pasalnya, PSSI baru saja menjatuhkan sanksi kepada klub kebanggan masyarakat Jawa Barat ini.

Persib seperti dikutip dari bola.com (24/09) dijatuhi 3 hukuman sekaligus. Sanksi ini merupakan imbas dari laga sebelumnya.

Sanksi pertama dijatuhkan untuk Patrich Wanggai yang didakwa dengan sengaja menginjak pemain Mitra Kukar. Wanggai pun terkena sanksi larangan bermain selama 3 laga dan denda Rp10 juta.

Persib juga mendapatkan sanksi karena ulah Bobotoh yang melakukan pelemparan saat menjamu Arema FC. Ulah bengal ini membuat manajemen harus menebus kesalahan dengan membayar Rp50 juta.

Panpel Persib juga didakwa melakukan pelanggaran dengan membiarkan orang yang tidak berkepentingan masuk ke ruang ganti saat jeda. Hal ini pun membuat Persib harus merogoh kocek lagi sebanyak Rp50 juta.

Namun, Komdis PSSI belum menentukan langkah ataupun sanksi untuk Persib terkait tewasnya Haringga Sirilla. Anggota Jakmania tersebut tewas akibat dikeroyok Bobotoh di Stadion GBLA jelang laga pekan ke-23.

Nasib PERSIB Di Ujung Tanduk !!!

Nasib PERSIB Di Ujung Tanduk !!!



Peristiwa kelam menghiasi dunia pesepakbolaan indonesia pada dua hari terakhir, Haringga Sirila Seorang anggota the jakmania cengkareng tewas di keroyok oknum Bobotoh di luar stadion gelora bandung lautan api, saat persib menghadapi persija (24/09/18).


Secara resmi PSSI resmi dihentikan, Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, seusai mengelar rapat dengan Exco PSSI di salah satu hotel di Jakarta, Selasa (25/9/2018).



"Kami memutuskan menghentikan Liga 1 senior dalam pertandingan putaran kedua di 18 klub sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Edy.

Dalam waktu dekat ini, persib bandung di prediksi akan mendapat sanksi tegas dari komisi disiplin PSSI, bahkan dikabarkan tim pangeran biru akan mendapati pengurangan poin dan didiakulifikasi dari liga 1 indonesia.

Namun kabar tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya, karena sampai hari ini Selasa (25/09/18) Komdis PSSI belum mengeluarkan Sanksi resmi bagi persib maung bandung.

Senin, 10 September 2018

Musuh Ramos Jadi Pengganti Cristiano Ronaldo di Real Madrid Cristiano Ronaldo resmi meninggalkan Real Madrid pada 10 Juli 2018 lalu. Sejak saat itu Los Blancos belum berhasil mendatangkan penyerang berkelas dunia untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Ronaldo. Dikutip dari Express, Jumat (24/8/2018). Manajemen Madrid sebenarnya sudah berupaya mendatangkan beberapa nama seperti Kylian Mbappe dan Neymar Jr serta Robert Lewandowski. Namun usaha Real Madrid mendatangkan tiga nama di atas dihadang oleh klub mereka masing-masing. Madrid selanjutnya membidik penyerang Valencia, Rodrigo Moreno. Namun, harga Rodrigo yang terlampau mahal yakni 140 juta euro membuat Madrid enggan membelinya. Oleh sebab itu, pada akhirnya Madrid selangkah lagi mendapatkan penyerang Celta Vigo, yaitu Iago Aspas. Harga pesepakbola 31 tahun tersebut masih masuk akal, yakni hanya 40 juta euro (Rp677 miliar). Nominal tersebut merupakan klausul lepas eks penyerang Liverpool tersebut. Aspas sendiri bukanlah seorang penyerang sembarangan. Walau gagal total saat membela Liverpool, nama Aspas berkibar bersama Celta Vigo. Dari 306 penampilan bersama Los Celeste, Aspas mengoleksi 121 gol. Bahkan Aspas tercatat sebagai pemain lokal dengan gol terbanyak di Liga Spanyol 2017-2018 dengan raihan 22 gol dari 34 penampilannya. Pelatih Real Madrid, Julen Lopetegui, sudah paham betul akan kualitas Aspas. Lopetegui adalah pelatih yang memberikan debut untuk Aspas bersama Tim Nasional (Timnas) Spanyol. Aspas menjalani debut saat Timnas Spanyol menghadapi Inggris di laga uji coba pada 15 November 2016 silam. Bahkan di laga tersebut, Aspas mencetak satu gol dalam laga yang berakhir imbang 2-2. Layak-kah mantan lawan Ramos tersebut mendapat gelar pengganti Ronaldo?

Musuh Ramos Jadi Pengganti Cristiano Ronaldo di Real Madrid



Cristiano Ronaldo resmi meninggalkan Real Madrid pada 10 Juli 2018 lalu. Sejak saat itu Los Blancos belum berhasil mendatangkan penyerang berkelas dunia untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Ronaldo.

Dikutip dari Express, Jumat (24/8/2018). Manajemen Madrid sebenarnya sudah berupaya mendatangkan beberapa nama seperti Kylian Mbappe dan Neymar Jr serta Robert Lewandowski.

Namun usaha Real Madrid mendatangkan tiga nama di atas dihadang oleh klub mereka masing-masing.

Madrid selanjutnya membidik penyerang Valencia, Rodrigo Moreno. Namun, harga Rodrigo yang terlampau mahal yakni 140 juta euro membuat Madrid enggan membelinya.

Oleh sebab itu, pada akhirnya Madrid selangkah lagi mendapatkan penyerang Celta Vigo, yaitu Iago Aspas.



Harga pesepakbola 31 tahun tersebut masih masuk akal, yakni hanya 40 juta euro (Rp677 miliar). Nominal tersebut merupakan klausul lepas eks penyerang Liverpool tersebut. Aspas sendiri bukanlah seorang penyerang sembarangan.

Walau gagal total saat membela Liverpool, nama Aspas berkibar bersama Celta Vigo. Dari 306 penampilan bersama Los Celeste, Aspas mengoleksi 121 gol. Bahkan Aspas tercatat sebagai pemain lokal dengan gol terbanyak di Liga Spanyol 2017-2018 dengan raihan 22 gol dari 34 penampilannya.

Pelatih Real Madrid, Julen Lopetegui, sudah paham betul akan kualitas Aspas. Lopetegui adalah pelatih yang memberikan debut untuk Aspas bersama Tim Nasional (Timnas) Spanyol.

Aspas menjalani debut saat Timnas Spanyol menghadapi Inggris di laga uji coba pada 15 November 2016 silam. Bahkan di laga tersebut, Aspas mencetak satu gol dalam laga yang berakhir imbang 2-2.

Layak-kah mantan lawan Ramos tersebut mendapat gelar pengganti Ronaldo?

Real Madrid Sambut Penghianat dari Barcelona, Pemain 17,6 Triliun Pindah ke Inter Milan

Real Madrid Sambut Penghianat dari Barcelona, Pemain 17,6 Triliun Pindah ke Inter Milan

Kedatangan Thiago Alcantara ke Real Madrid sepertinya hanya tinggal menunggu waktu. Dilansir dari bolasport.com (13/08/2018), Thiago dikabarkan telah sepakat secara pribadi dengan Los Blancos. Bahkan, ia akan melakukan tes medis dalam waktu dekat. Jika benar pindah, Thiago akan dijuluki sebagai penghianat dari Barcelona.



Penandatanganan Thiago diperkirakan sebagai sebuah alternatif yang dilakukan oleh Real Madrid. Sebab, di saat yang bersamaan, Lopetegui tengah dipusingkan dengan tidak jelasnya status masa depan Luka Modric. Pemain terbaik Piala Dunia 2018 dikabarkan sudah tidak kerasan dan ingin pergi ke Italia.



Tujuan dari Modric adalah Inter Milan. Kedua pihak juga dikabarkan tengah melakukan negosiasi harga dan juga gaji. Nerazurri sepertinya siap dengan segala kemungkinan, termasuk membayar biaya transfernya yang sangat fantastis.


Beberapa waktu lalu, Presiden Real Madrid mengatakan jika Modric bisa saja hengkang dari Los Blancos apabila ada klub yang mau menghargainya di angka 750 juta euro atau sekitar 17,6 triliun rupiah.


Hanya Jadi Beban, Chelsea Siap Tendang 3 Pemain Bintang Ini, No 2 Andalan Antonio Conte

Hanya Jadi Beban, Chelsea Siap Tendang 3 Pemain Bintang Ini, No 2 Andalan Antonio Conte

London, Inggris – bersama manajer anyar Maurizio Sarri, Chelsea berhasil memulai start sempurna di Premier League musim 2018/19 setelah menyapu bersih bersih 2 laga dengan torehan enam poin setelah mengalahkan Huddersfield dan rival mereka di London, Arsenal.



Pada bursa transfer musim panas 2018, Maurizio Sarri, juga berhasil mendatangkan beberapa pemain seperti Jorginho, Robb Green, Kepa Arrizabalaga, dan Mateo Kovacic. Kedatangan empat pemain baru tersebut membuat kedalam skuat Chelsea cukup baik.

Namun, tentu dengan skema permainan baru 4-3-3 yang diterapkan oleh Maurizio Sarri tidak semua pemain akan mendapatkan menit bermain reguler meskipun pemain itu musim lalu menjadi pemain andalan pelatih terdahulu. Pemain yang tidak terpakai oleh Maurizio Sarri ini kemungkinan akan segera di lego oleh manajemen Chelsea untuk mengurangi beban mereka dalam membayar gaji.

Seperti dilaporkan sportskeeda.com, Selasa (21/8/2018), berikut tiga pemain yang kemungkinan besar akan ditendang Chelsea sebelum bursa transfer Eropa ditutup pada akhir Agustus nanti.

1. Danny Drinkwater

Dengan kedatangan 2 pemain baru yang berposisi sebagai gelandang yakni Jorginho dan Mateo Kovacic membuat skuat Maurizio Sarri di lini tengah sangat menumpuk. Terlebih lagi dengan formasi 4-3-3 tentu hanya akan ada tiga pemain gelandang yang digunakan di setiap pertandingan.

Situasi ini tentu membuat Danny Drinkwater akan kesulitan untuk menembus tim utama Chelsea musim ini. Semenjak bergabung dengan The Blues dari Leicester City, pemain Inggris tersebut memang tidak pernah mendapatkan menit bermain reguler.

Manajemen Chelsea kabarya tengah berusaha untuk mencari klub di luar Inggris yang berminat menampung Danny Drinkwater sebelum bursa transfer musim panas 2018 ditutup. Opsi hengkang dari Stamford Bridge juga menjadi pilihan terbaik bagi Drinkwater untuk mencari menit bermain reguler.

2. Victor Moses

Dalam 2 musim terakhir dibawah asuhan Antonio Conte, Victor Moses telah menjelma menjadi pemain andalan pelatih asal Italia tersebut dalam skema 3-4-3. Namun, saat ini dimana Maurizio Sarri kembali menggunakan skema 4-3-3, praktis peran pemain asal Nigeria tersebut sebagai wing bek menjadi hilang.

Hal itu membuat Victor Moses kesulitan menebus tim utama Chelsea musim ini karena harus bersaing dengan Willian, Hudson-Odoi, dan Pedro di posisi winger. Untuk menjadi pelapis Azpilicueta, Maurizio Sarri, juga sepertinya akan memilih Davide Zappacoste yang merupakan bek murni dan memiliki kemampuan bertahan yang lebih baik.

Tidak terpakainya Victor Moses membuat manajemen Chelsea siap menyingkirkannya menjelang penutupan bursa transfer musim panas kali ini untuk menguragi beban mereka dalam membayar gaji pemain.

3. Gary Cahill


Pada musim ini, Garry Cahill tampaknya akan kembali kesulitan untuk mendapatkan menit bermain reguler di bawah asuhan Maurizio Sarri. Pasalnya, pemain Inggris tersebut bukan tipe bek yang ahli dalam mengolah bola di lini pertahanan dan terlebih lagi usianya yang sudah menginjak 32 tahun membuatnya mulai lambat dalam berlari.

Kapten utama Chelsea tersebut sepertinya juga akan kesulitan bersaing dengan David Luiz, Ethan Ampadu, Andreas Christensen, dan Antonio Rudiger di posisi bek tengah The Blues. Mengingat gaji Cahill yang cukup besar membuat manajemen Chelsea berencana menjual sang pemain pada bursa transfer musim panas kali ini.

Rabu, 05 September 2018

5 Pemain Bola Yang Menyesal Pindah Ke Real Madrid, No 5 Legenda Hidup! Original

5 Pemain Bola Yang Menyesal Pindah Ke Real Madrid, No 5 Legenda Hidup!
Original

 




Real Madrid adalah klub sepak bola Spanyol yang sangat terkenal di seluruh dunia. Bermain bersama klub ini menjadi impian setiap pemain sepak bola profesional, namun harapan oleh semua pihak terhadap pemain Los Blancos sangat tinggi, kadang kala memberikan tekanan kepada pemain. Beberapa tidak dapat mengatasi tekanan ini, dan akhirnya gagal menunjukkan kemampuan terbaik. Berikut adalah daftar pemain yang menyesal pindah ke Real Madrid.

1. Nuri Sahin



Banyak yang mengharapkan perpindahan Nur Sahin dari Borussia Dortmund ke Real Madrid, apalagi setelah ia berhasil memenangkan penghargaan 'Bundesliga Player of the Season'. Nasional Turki mengumumkan kepindahan ke Santiago Bernabeu pada 9 Mei 2011 dengan kontrak 6 tahun.

Namun, waktunya bersama Madrid terbukti menjadi bencana bagi karir sepakbolanya. Dia hanya membuat empat penampilan dengan raksasa Spanyol, gagal mencetak satu gol pun. Ini sangat berbeda ketika ia di Jerman sebelumnya, mencetak 6 gol dan 8 assist ketika musim akhirnya bersama Borussia Dortmund.

Sahin akhirnya dipinjamkan ke Liverpool, dan kemudian dipinjamkan lagi ke klub asalnya Borussia, sebelum ia pindah secara resmi ke klub tersebut pada tahun 2014. Meskipun sudah pulang untuk bermain di Liga Jerman, striker nasional Turki itu tidak lagi diberikan peran besar untuk skuad negara, seperti sebelumnya.

2. Arjen Robben



Pindah dari Chelsea ke Real Madrid pada 22 Agustus 2007 dengan kontrak senilai 24 juta poundsterling, Robben diperkirakan akan mulai bermain sesaat setelah tiba di Santiago Bernabéu, tetapi harapannya cuman mimpi belaka. Meskipun ia memiliki musim yang baik bersama Los Blancos, tapi karena ada Cristiano Ronaldo dan Kaka madrid memiliki kelebihan penyerang, dan Robben akhirnya lebih banyak menghangatkan bangku cadangan.

Setelah berakhirnya musim 2008/2009, Robben dijual ke Bayern Munich dan masih lagi bersama klub itu hingga kini, berhasil menghidupkan kembali karir bola sepaknya. Dengan Real Madrid, ia berhasil membobol gawang lawan dengan hanya 13 goal dalam 65 penampilan di Liga Spanyol, tetapi jumlahnya meningkat menjadi 95 gol dalam 189 pertandingan mewakili Bayern Munich. Robben mengeluarkan pernah pernyataan berikut pada tahun 2014: "Meninggalkan Madrid untuk ke Bayern adalah keputusan paling tepat dalam hidup saya."

3. Klaas-Jan Huntelaar



Striker serbaguna mencetak 76 gol hanya dalam 92 pertandingan di liga Belanda dan merupakan pemain favorit di Ajax. Tapi ketika dia tiba di Madrid pada 4 Januari 2009, dia terkejut untuk memberitahukan bahwa dia tidak akan menjadi bagian dari skuad untuk Liga Champions UEFA.

Dengan Real Madrid juga mengambil Lassana Diarra dari Portsmouth pada bulan Januari, Huntelaar saat itu memiliki saingan. Hanya satu yang akan dipilih untuk memenuhi persyaratan tim UCL, dan Diarra berhasil.

Huntelaar akhirnya pindah ke AC Milan di musim panas, hanya 6 bulan setelah Los Blancos. Dia kemudian pindah lagi, kali ini menjabat untuk Schalke sebelum kembali ke tanah kelahirannya, Belanda untuk bergabung dengan Ajax lagi.

4. Michael Owen


Pemain Inggris yang terakhir memenangkan penghargaan Ballon d'Or paling dicintai dan dipuja ketika ia bersama Liverpool, mencetak rata-rata satu gol per pertandingan, hingga kontroversi transfernya ke Real Madrid pada 2004.

Mengingat nomor 11 jersey, Owen terlihat berjuang pada awal Los Blancos, dan lebih banyak waktu untuk memanaskan kursinya. Dengan persaingan dengan bintang-bintang besar seperti Raul dan Ronaldo, Owen gagal menampilkan yang terbaik di Spanyol, hanya mencetak 13 gol dalam 36 pertandingan.

Manajemen Madrid tidak senang dengan apa yang mereka lihat, dan memutuskan untuk menjual Owen musim panas mendatang. Owen pindah ke Newcastle, sebelum bergabung dengan Manchester United, dan akhirnya ke Stoke di mana ia mengakhiri karirnya di sana.

5. Kaka


Kaka bergabung dengan Real Madrid ketika dia berada di puncak karirnya. Setelah memenangkan Ballon d'Or pada tahun 2007, dan kemudian menjadi finalis 2 musim berikutnya untuk penghargaan yang sama, pemain nasional Brasil mengatakan langkah itu pernah menjadi kesempatan seumur hidup. Dia telah memenangkan segalanya dengan klub Italia, termasuk Liga Champions UEFA di musim 2006/2007, dan merasa sudah waktunya untuk dia pindah.

Real Madrid membeli Kaka pada 2009 dengan biaya transfer € 67 juta, tetapi tidak ada yang tahu bahwa langkah itu akan mengakhiri karirnya. Dengan kehadiran Cristiano Ronaldo dan Mesut Ozil ke Santiago Bernabéu, Kaka sangat disisihkan di bangku cadangan untuk sebagian besar musim. Cedera juga merupakan salah satu alasan lain yang menghancurkan karirnya.

Kaka membuat 85 penampilan dengan Madrid di liga Spanyol, tetapi hanya berhasil mencetak 23 gol sebelum dia pindah kembali ke Milan pada tahun 2013. Sekembalinya ke Italia, dia gagal untuk pamer sebaik sebelumnya, dan akhirnya pindah ke Orlando City pada tahun 2014, dan mengumumkan pensiun 3 tahun kemudian. Menurut Kaka:

"Pada tahun 2009, saya menerima tawaran dari Real Madrid, tetapi setelah transfer, karir saya benar-benar hancur, karena saya gagal meniru kesuksesan saya bersama Milan, saya tersesat di Italia, semua orang mencintai saya, tetapi di Spanyol, mereka semua ingin saya pergi. "

Sumber :

Minggu, 02 September 2018

5 Kapten Terbaik Sepanjang Sejarah, Nomor 1 Pemain Terbaik Sepanjang Masa

5 Kapten Terbaik Sepanjang Sejarah, Nomor 1 Pemain Terbaik Sepanjang Masa


Kapten sepertinya menjadi roh dalam sebuah tim, tidak terkecuali buat sepak bola. Keberadaan mereka sangat penting untuk memimpin tim saat di lapangan, sebagai kepanjangan tangan dari pelatih. Selain punya visi bermain, kepemimpinan dan wibawa mutlak dimiliki seorang kapten di dalam tim sepak bola.

Selain menjadi komandan rekan-rekan setimnya di lapangan, sosok kapten juga jadi panutan di luar lapangan. Dari sekian banyak kapten tim yang ada, kami coba merangkumnya jadi 5 kapten terbaik sepanjang sejarah sepak bola:

1. Pele


Legenda Brazil ini pantas menduduki peringkat pertama sebagai kapten terbaik, mengingat prestasi yang ia capai. Bahkan ia bisa disebut sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa yang pernah dimiliki dunia sepak bola. Sepanjang karirnya ia mencetak lebih dari 1000 gol dan membuatnya jadi penyerang paling mematikan.

Pemain yeng dijuluki O Rey atau yang berarti Sang Raja itu menjadi kapten terbaik Santos dalam beberapa tahun di era 60-an. Dibawah kepemimpinan Pele, klub asal Brazil itu pernah melalui periode paling produktif. Trofi pertama untuk Pelé bersama Santos adalah Campeonato Paulista atau juara liga dimana Pelé secara menakjubkan keluar sebagai pancetak gol terbanyak dengan 56 gol, sebuah rekor yang tetap bertahan sampai sekarang.

Sepanjang kariernya di Santos, Pele telah mempersembahkan 10 trofi Campeonato Paulista, 4 trofi Torneio Rio-Sao Paulo, 5 trofi Taca Brazil, 1 trofi Recopa Int dan trofi Torneio Roberto Gomes Pedrosa. Santos kemudian berpartisipasi dalam Copa Libertadores, turnamen paling bergengsi di Amerika Selatan, dimana Pelé berhasil membawa Santos meraih trofi tersebut 2 kali pada tahun 1962 dan 1963 dan menjadi Top Skorer turnamen pada 1965. Pele terus menuai sukses bersama Santos hingga penghujung karirnya.

2. Raul Gonzales

Cristiano Ronaldo boleh saja memakai jersey nomor 7 di Real Madrid saat ini, tapi setiap Madridista -pendukung setia Madrid- tentu tidak bisa melupakan siapa legenda dibalik nomor 7. Ia adalah Raul Gonzales yang sepanjang karirnya bersama Los Blancos -julukan Madrid-, menuai banyak sukses.


Raul mungkin pemain terbesar yang pernah memakai jersey Madrid, hanya Alfredo Di Stefano yang bisa bersaing dengannya. Setelah Fernando Hierro pensiun dari timnas Spanyol tahun 2002, Raul menjadi kapten untuk Real Madrid dan Spanyol. Ia menjadi salah satu penyerang paling berbahaya yang pernah bermain buat Madrid, selama 16 tahun di Santiago Bernabeu -kandang Madrid-.

Ia menempati urutan ke 12 untuk pencetak gol terbanyak di sejarah sepak bola La Liga, Spanyol dengan 323 gol dari 741 pertandingan. Semua gol tersebut ia cetak bersama Real Madrid, dan itu membuat ia menempati urutan ketiga sebagai pencetak gol terbanyak di Real Madrid sepanjang masa. Hingga akhirnya pada 2010, Raul meninggalkan Bernabeu.

3. Diego Armando Maradona

Kehidupan Maradona memang tidak sebaik ketika berada di lapangan, tapi legenda Argentina itu layak masuk tiga besar sebagai kapten terbaik sepanjang sejarah. Maradona menjadi sosok di balik kesuksesan Napoli pada pertengahan 1980-an dengan mencetak 115 gol dari 259 penampilan bersama klub asal Italia itu.

Maradona bergabung bersama Napoli pada 1984 hingga mencapai puncak kariernya dalam sepak bola. Pemain asal Argentina itu adakah kapten tersukses Napoli ketika menghantar timnya menjadi juara Seri A untuk pertama kalinya dalam sejarah klub pada periode 1986-1987 dan kemudian diulang pada 1989-1990



Bersama pemain bertubuh kecil itu, Napoli juga menjadi runner up Serie A pada tahun 1987-1988 dan 1988-1989. Selain itu, ia juga membantu Napoli menjuarai Piala Italia pada tahun 1987. Setahun kemudian, tepatnya musim 1988-1989, Napoli mengalahkan Vfb Stuttgart untuk menjadi juara Piala UEFA. Maradona juga menjadi pencetak gol terbanyak dalam Liga Italia Serie A dengan 15 gol.

4. Carles Puyol

Semasa menjabat ban kapten, Carles Puyol adalah pemain yang paling berdedikasi untuk klub asal Catalan tersebut. Sepertinya kebanyakan pemain Barcelona lainnya, Puyol adalah jebolan dari akademi pemain muda Catalan yakni La Masia. Hingga sepanjang karirnya ia hanya membela satu klub, yakni Barca.

Puyol sudah mempersembahkan 6 trofi Piala La Liga dan 3 kali juara Liga Champions, menjadikannya sebagai bek paliang sukses di dunia. Selain sebagai pemain bertahan, Puyol juga dikenal punya kemampuan mencetak gol dengan hebat melalui kepalanya. Sayang cedera panjang yang menimpanya, membuat Puyol memutuskan gantung sepatu.

5. Iker Casillas

Pada posisi kelima, ada seorang penjaga gawang timnas Spanyol, Iker Casillas yang layak disebut sebagai salah satu kapten terbaik dalam sejarah sepak bola. Bersama La Furia Roja -julukan Spanyol-, Casillas menikmati pencapaian mengesankan baik secara individu maupun tim.


Mengemban ban kapten sejak Piala Dunia 2006, Casillas kemudian menghantar Spanyol jadi juara Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012. Dariketiga turnamen Piala Dunia yang diikuti, Casillas selalu jadi langganan dalam skuat All-Star. Tidak hanya dalam level Internasional, bersama Real Madrid, Casillas juga menuai segudang prestasi.

Selepas Raul, ban kapten El Real -julukan Madrid- kerap jadi milik Casillas. Bersamanya, Madrid sukses memenangkan gelar La Liga ditahun 2007 dan 2008 serta Piala Super Spanyol. Bahkan ia pernah keluar sebagai peringkat keempat dalam perebutan gelar Ballon d'Or 2008 silam.

sumber