Selasa, 25 September 2018

Resmi !!! PSSI Jatuhkan Sanksi untuk Persib Bandung

RESMI !!! PSSI Jatuhkan Sanksi untuk PERSIB Bandung





Persib Bandung masih tetap memimpin klasemen sementara Liga 1 2018 usai meraih 3 angka saat menjamu Persija Jakarta, Minggu (23/09). Bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Persib bersusah payah untuk bisa menang 3-2 dari rival kuatnya tersebut.

Hasil ini membuat Maung Bandung semakin kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan 44 angka hingga pekan ke-23. Persib kini dibayangi oleh PSM Makassar yang menguntit di posisi kedua dengan jarak 6 angka.


Namun perjalanan anak asuh Mario Gomez ini untuk bisa menjaga jarak sepertinya akan semakin sulit dalam beberapa pekan ke depan. Pasalnya, PSSI baru saja menjatuhkan sanksi kepada klub kebanggan masyarakat Jawa Barat ini.

Persib seperti dikutip dari bola.com (24/09) dijatuhi 3 hukuman sekaligus. Sanksi ini merupakan imbas dari laga sebelumnya.

Sanksi pertama dijatuhkan untuk Patrich Wanggai yang didakwa dengan sengaja menginjak pemain Mitra Kukar. Wanggai pun terkena sanksi larangan bermain selama 3 laga dan denda Rp10 juta.

Persib juga mendapatkan sanksi karena ulah Bobotoh yang melakukan pelemparan saat menjamu Arema FC. Ulah bengal ini membuat manajemen harus menebus kesalahan dengan membayar Rp50 juta.

Panpel Persib juga didakwa melakukan pelanggaran dengan membiarkan orang yang tidak berkepentingan masuk ke ruang ganti saat jeda. Hal ini pun membuat Persib harus merogoh kocek lagi sebanyak Rp50 juta.

Namun, Komdis PSSI belum menentukan langkah ataupun sanksi untuk Persib terkait tewasnya Haringga Sirilla. Anggota Jakmania tersebut tewas akibat dikeroyok Bobotoh di Stadion GBLA jelang laga pekan ke-23.

Nasib PERSIB Di Ujung Tanduk !!!

Nasib PERSIB Di Ujung Tanduk !!!



Peristiwa kelam menghiasi dunia pesepakbolaan indonesia pada dua hari terakhir, Haringga Sirila Seorang anggota the jakmania cengkareng tewas di keroyok oknum Bobotoh di luar stadion gelora bandung lautan api, saat persib menghadapi persija (24/09/18).


Secara resmi PSSI resmi dihentikan, Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, seusai mengelar rapat dengan Exco PSSI di salah satu hotel di Jakarta, Selasa (25/9/2018).



"Kami memutuskan menghentikan Liga 1 senior dalam pertandingan putaran kedua di 18 klub sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Edy.

Dalam waktu dekat ini, persib bandung di prediksi akan mendapat sanksi tegas dari komisi disiplin PSSI, bahkan dikabarkan tim pangeran biru akan mendapati pengurangan poin dan didiakulifikasi dari liga 1 indonesia.

Namun kabar tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya, karena sampai hari ini Selasa (25/09/18) Komdis PSSI belum mengeluarkan Sanksi resmi bagi persib maung bandung.

Senin, 10 September 2018

Musuh Ramos Jadi Pengganti Cristiano Ronaldo di Real Madrid Cristiano Ronaldo resmi meninggalkan Real Madrid pada 10 Juli 2018 lalu. Sejak saat itu Los Blancos belum berhasil mendatangkan penyerang berkelas dunia untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Ronaldo. Dikutip dari Express, Jumat (24/8/2018). Manajemen Madrid sebenarnya sudah berupaya mendatangkan beberapa nama seperti Kylian Mbappe dan Neymar Jr serta Robert Lewandowski. Namun usaha Real Madrid mendatangkan tiga nama di atas dihadang oleh klub mereka masing-masing. Madrid selanjutnya membidik penyerang Valencia, Rodrigo Moreno. Namun, harga Rodrigo yang terlampau mahal yakni 140 juta euro membuat Madrid enggan membelinya. Oleh sebab itu, pada akhirnya Madrid selangkah lagi mendapatkan penyerang Celta Vigo, yaitu Iago Aspas. Harga pesepakbola 31 tahun tersebut masih masuk akal, yakni hanya 40 juta euro (Rp677 miliar). Nominal tersebut merupakan klausul lepas eks penyerang Liverpool tersebut. Aspas sendiri bukanlah seorang penyerang sembarangan. Walau gagal total saat membela Liverpool, nama Aspas berkibar bersama Celta Vigo. Dari 306 penampilan bersama Los Celeste, Aspas mengoleksi 121 gol. Bahkan Aspas tercatat sebagai pemain lokal dengan gol terbanyak di Liga Spanyol 2017-2018 dengan raihan 22 gol dari 34 penampilannya. Pelatih Real Madrid, Julen Lopetegui, sudah paham betul akan kualitas Aspas. Lopetegui adalah pelatih yang memberikan debut untuk Aspas bersama Tim Nasional (Timnas) Spanyol. Aspas menjalani debut saat Timnas Spanyol menghadapi Inggris di laga uji coba pada 15 November 2016 silam. Bahkan di laga tersebut, Aspas mencetak satu gol dalam laga yang berakhir imbang 2-2. Layak-kah mantan lawan Ramos tersebut mendapat gelar pengganti Ronaldo?

Musuh Ramos Jadi Pengganti Cristiano Ronaldo di Real Madrid



Cristiano Ronaldo resmi meninggalkan Real Madrid pada 10 Juli 2018 lalu. Sejak saat itu Los Blancos belum berhasil mendatangkan penyerang berkelas dunia untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Ronaldo.

Dikutip dari Express, Jumat (24/8/2018). Manajemen Madrid sebenarnya sudah berupaya mendatangkan beberapa nama seperti Kylian Mbappe dan Neymar Jr serta Robert Lewandowski.

Namun usaha Real Madrid mendatangkan tiga nama di atas dihadang oleh klub mereka masing-masing.

Madrid selanjutnya membidik penyerang Valencia, Rodrigo Moreno. Namun, harga Rodrigo yang terlampau mahal yakni 140 juta euro membuat Madrid enggan membelinya.

Oleh sebab itu, pada akhirnya Madrid selangkah lagi mendapatkan penyerang Celta Vigo, yaitu Iago Aspas.



Harga pesepakbola 31 tahun tersebut masih masuk akal, yakni hanya 40 juta euro (Rp677 miliar). Nominal tersebut merupakan klausul lepas eks penyerang Liverpool tersebut. Aspas sendiri bukanlah seorang penyerang sembarangan.

Walau gagal total saat membela Liverpool, nama Aspas berkibar bersama Celta Vigo. Dari 306 penampilan bersama Los Celeste, Aspas mengoleksi 121 gol. Bahkan Aspas tercatat sebagai pemain lokal dengan gol terbanyak di Liga Spanyol 2017-2018 dengan raihan 22 gol dari 34 penampilannya.

Pelatih Real Madrid, Julen Lopetegui, sudah paham betul akan kualitas Aspas. Lopetegui adalah pelatih yang memberikan debut untuk Aspas bersama Tim Nasional (Timnas) Spanyol.

Aspas menjalani debut saat Timnas Spanyol menghadapi Inggris di laga uji coba pada 15 November 2016 silam. Bahkan di laga tersebut, Aspas mencetak satu gol dalam laga yang berakhir imbang 2-2.

Layak-kah mantan lawan Ramos tersebut mendapat gelar pengganti Ronaldo?

Real Madrid Sambut Penghianat dari Barcelona, Pemain 17,6 Triliun Pindah ke Inter Milan

Real Madrid Sambut Penghianat dari Barcelona, Pemain 17,6 Triliun Pindah ke Inter Milan

Kedatangan Thiago Alcantara ke Real Madrid sepertinya hanya tinggal menunggu waktu. Dilansir dari bolasport.com (13/08/2018), Thiago dikabarkan telah sepakat secara pribadi dengan Los Blancos. Bahkan, ia akan melakukan tes medis dalam waktu dekat. Jika benar pindah, Thiago akan dijuluki sebagai penghianat dari Barcelona.



Penandatanganan Thiago diperkirakan sebagai sebuah alternatif yang dilakukan oleh Real Madrid. Sebab, di saat yang bersamaan, Lopetegui tengah dipusingkan dengan tidak jelasnya status masa depan Luka Modric. Pemain terbaik Piala Dunia 2018 dikabarkan sudah tidak kerasan dan ingin pergi ke Italia.



Tujuan dari Modric adalah Inter Milan. Kedua pihak juga dikabarkan tengah melakukan negosiasi harga dan juga gaji. Nerazurri sepertinya siap dengan segala kemungkinan, termasuk membayar biaya transfernya yang sangat fantastis.


Beberapa waktu lalu, Presiden Real Madrid mengatakan jika Modric bisa saja hengkang dari Los Blancos apabila ada klub yang mau menghargainya di angka 750 juta euro atau sekitar 17,6 triliun rupiah.


Hanya Jadi Beban, Chelsea Siap Tendang 3 Pemain Bintang Ini, No 2 Andalan Antonio Conte

Hanya Jadi Beban, Chelsea Siap Tendang 3 Pemain Bintang Ini, No 2 Andalan Antonio Conte

London, Inggris – bersama manajer anyar Maurizio Sarri, Chelsea berhasil memulai start sempurna di Premier League musim 2018/19 setelah menyapu bersih bersih 2 laga dengan torehan enam poin setelah mengalahkan Huddersfield dan rival mereka di London, Arsenal.



Pada bursa transfer musim panas 2018, Maurizio Sarri, juga berhasil mendatangkan beberapa pemain seperti Jorginho, Robb Green, Kepa Arrizabalaga, dan Mateo Kovacic. Kedatangan empat pemain baru tersebut membuat kedalam skuat Chelsea cukup baik.

Namun, tentu dengan skema permainan baru 4-3-3 yang diterapkan oleh Maurizio Sarri tidak semua pemain akan mendapatkan menit bermain reguler meskipun pemain itu musim lalu menjadi pemain andalan pelatih terdahulu. Pemain yang tidak terpakai oleh Maurizio Sarri ini kemungkinan akan segera di lego oleh manajemen Chelsea untuk mengurangi beban mereka dalam membayar gaji.

Seperti dilaporkan sportskeeda.com, Selasa (21/8/2018), berikut tiga pemain yang kemungkinan besar akan ditendang Chelsea sebelum bursa transfer Eropa ditutup pada akhir Agustus nanti.

1. Danny Drinkwater

Dengan kedatangan 2 pemain baru yang berposisi sebagai gelandang yakni Jorginho dan Mateo Kovacic membuat skuat Maurizio Sarri di lini tengah sangat menumpuk. Terlebih lagi dengan formasi 4-3-3 tentu hanya akan ada tiga pemain gelandang yang digunakan di setiap pertandingan.

Situasi ini tentu membuat Danny Drinkwater akan kesulitan untuk menembus tim utama Chelsea musim ini. Semenjak bergabung dengan The Blues dari Leicester City, pemain Inggris tersebut memang tidak pernah mendapatkan menit bermain reguler.

Manajemen Chelsea kabarya tengah berusaha untuk mencari klub di luar Inggris yang berminat menampung Danny Drinkwater sebelum bursa transfer musim panas 2018 ditutup. Opsi hengkang dari Stamford Bridge juga menjadi pilihan terbaik bagi Drinkwater untuk mencari menit bermain reguler.

2. Victor Moses

Dalam 2 musim terakhir dibawah asuhan Antonio Conte, Victor Moses telah menjelma menjadi pemain andalan pelatih asal Italia tersebut dalam skema 3-4-3. Namun, saat ini dimana Maurizio Sarri kembali menggunakan skema 4-3-3, praktis peran pemain asal Nigeria tersebut sebagai wing bek menjadi hilang.

Hal itu membuat Victor Moses kesulitan menebus tim utama Chelsea musim ini karena harus bersaing dengan Willian, Hudson-Odoi, dan Pedro di posisi winger. Untuk menjadi pelapis Azpilicueta, Maurizio Sarri, juga sepertinya akan memilih Davide Zappacoste yang merupakan bek murni dan memiliki kemampuan bertahan yang lebih baik.

Tidak terpakainya Victor Moses membuat manajemen Chelsea siap menyingkirkannya menjelang penutupan bursa transfer musim panas kali ini untuk menguragi beban mereka dalam membayar gaji pemain.

3. Gary Cahill


Pada musim ini, Garry Cahill tampaknya akan kembali kesulitan untuk mendapatkan menit bermain reguler di bawah asuhan Maurizio Sarri. Pasalnya, pemain Inggris tersebut bukan tipe bek yang ahli dalam mengolah bola di lini pertahanan dan terlebih lagi usianya yang sudah menginjak 32 tahun membuatnya mulai lambat dalam berlari.

Kapten utama Chelsea tersebut sepertinya juga akan kesulitan bersaing dengan David Luiz, Ethan Ampadu, Andreas Christensen, dan Antonio Rudiger di posisi bek tengah The Blues. Mengingat gaji Cahill yang cukup besar membuat manajemen Chelsea berencana menjual sang pemain pada bursa transfer musim panas kali ini.

Rabu, 05 September 2018

5 Pemain Bola Yang Menyesal Pindah Ke Real Madrid, No 5 Legenda Hidup! Original

5 Pemain Bola Yang Menyesal Pindah Ke Real Madrid, No 5 Legenda Hidup!
Original

 




Real Madrid adalah klub sepak bola Spanyol yang sangat terkenal di seluruh dunia. Bermain bersama klub ini menjadi impian setiap pemain sepak bola profesional, namun harapan oleh semua pihak terhadap pemain Los Blancos sangat tinggi, kadang kala memberikan tekanan kepada pemain. Beberapa tidak dapat mengatasi tekanan ini, dan akhirnya gagal menunjukkan kemampuan terbaik. Berikut adalah daftar pemain yang menyesal pindah ke Real Madrid.

1. Nuri Sahin



Banyak yang mengharapkan perpindahan Nur Sahin dari Borussia Dortmund ke Real Madrid, apalagi setelah ia berhasil memenangkan penghargaan 'Bundesliga Player of the Season'. Nasional Turki mengumumkan kepindahan ke Santiago Bernabeu pada 9 Mei 2011 dengan kontrak 6 tahun.

Namun, waktunya bersama Madrid terbukti menjadi bencana bagi karir sepakbolanya. Dia hanya membuat empat penampilan dengan raksasa Spanyol, gagal mencetak satu gol pun. Ini sangat berbeda ketika ia di Jerman sebelumnya, mencetak 6 gol dan 8 assist ketika musim akhirnya bersama Borussia Dortmund.

Sahin akhirnya dipinjamkan ke Liverpool, dan kemudian dipinjamkan lagi ke klub asalnya Borussia, sebelum ia pindah secara resmi ke klub tersebut pada tahun 2014. Meskipun sudah pulang untuk bermain di Liga Jerman, striker nasional Turki itu tidak lagi diberikan peran besar untuk skuad negara, seperti sebelumnya.

2. Arjen Robben



Pindah dari Chelsea ke Real Madrid pada 22 Agustus 2007 dengan kontrak senilai 24 juta poundsterling, Robben diperkirakan akan mulai bermain sesaat setelah tiba di Santiago Bernabéu, tetapi harapannya cuman mimpi belaka. Meskipun ia memiliki musim yang baik bersama Los Blancos, tapi karena ada Cristiano Ronaldo dan Kaka madrid memiliki kelebihan penyerang, dan Robben akhirnya lebih banyak menghangatkan bangku cadangan.

Setelah berakhirnya musim 2008/2009, Robben dijual ke Bayern Munich dan masih lagi bersama klub itu hingga kini, berhasil menghidupkan kembali karir bola sepaknya. Dengan Real Madrid, ia berhasil membobol gawang lawan dengan hanya 13 goal dalam 65 penampilan di Liga Spanyol, tetapi jumlahnya meningkat menjadi 95 gol dalam 189 pertandingan mewakili Bayern Munich. Robben mengeluarkan pernah pernyataan berikut pada tahun 2014: "Meninggalkan Madrid untuk ke Bayern adalah keputusan paling tepat dalam hidup saya."

3. Klaas-Jan Huntelaar



Striker serbaguna mencetak 76 gol hanya dalam 92 pertandingan di liga Belanda dan merupakan pemain favorit di Ajax. Tapi ketika dia tiba di Madrid pada 4 Januari 2009, dia terkejut untuk memberitahukan bahwa dia tidak akan menjadi bagian dari skuad untuk Liga Champions UEFA.

Dengan Real Madrid juga mengambil Lassana Diarra dari Portsmouth pada bulan Januari, Huntelaar saat itu memiliki saingan. Hanya satu yang akan dipilih untuk memenuhi persyaratan tim UCL, dan Diarra berhasil.

Huntelaar akhirnya pindah ke AC Milan di musim panas, hanya 6 bulan setelah Los Blancos. Dia kemudian pindah lagi, kali ini menjabat untuk Schalke sebelum kembali ke tanah kelahirannya, Belanda untuk bergabung dengan Ajax lagi.

4. Michael Owen


Pemain Inggris yang terakhir memenangkan penghargaan Ballon d'Or paling dicintai dan dipuja ketika ia bersama Liverpool, mencetak rata-rata satu gol per pertandingan, hingga kontroversi transfernya ke Real Madrid pada 2004.

Mengingat nomor 11 jersey, Owen terlihat berjuang pada awal Los Blancos, dan lebih banyak waktu untuk memanaskan kursinya. Dengan persaingan dengan bintang-bintang besar seperti Raul dan Ronaldo, Owen gagal menampilkan yang terbaik di Spanyol, hanya mencetak 13 gol dalam 36 pertandingan.

Manajemen Madrid tidak senang dengan apa yang mereka lihat, dan memutuskan untuk menjual Owen musim panas mendatang. Owen pindah ke Newcastle, sebelum bergabung dengan Manchester United, dan akhirnya ke Stoke di mana ia mengakhiri karirnya di sana.

5. Kaka


Kaka bergabung dengan Real Madrid ketika dia berada di puncak karirnya. Setelah memenangkan Ballon d'Or pada tahun 2007, dan kemudian menjadi finalis 2 musim berikutnya untuk penghargaan yang sama, pemain nasional Brasil mengatakan langkah itu pernah menjadi kesempatan seumur hidup. Dia telah memenangkan segalanya dengan klub Italia, termasuk Liga Champions UEFA di musim 2006/2007, dan merasa sudah waktunya untuk dia pindah.

Real Madrid membeli Kaka pada 2009 dengan biaya transfer € 67 juta, tetapi tidak ada yang tahu bahwa langkah itu akan mengakhiri karirnya. Dengan kehadiran Cristiano Ronaldo dan Mesut Ozil ke Santiago Bernabéu, Kaka sangat disisihkan di bangku cadangan untuk sebagian besar musim. Cedera juga merupakan salah satu alasan lain yang menghancurkan karirnya.

Kaka membuat 85 penampilan dengan Madrid di liga Spanyol, tetapi hanya berhasil mencetak 23 gol sebelum dia pindah kembali ke Milan pada tahun 2013. Sekembalinya ke Italia, dia gagal untuk pamer sebaik sebelumnya, dan akhirnya pindah ke Orlando City pada tahun 2014, dan mengumumkan pensiun 3 tahun kemudian. Menurut Kaka:

"Pada tahun 2009, saya menerima tawaran dari Real Madrid, tetapi setelah transfer, karir saya benar-benar hancur, karena saya gagal meniru kesuksesan saya bersama Milan, saya tersesat di Italia, semua orang mencintai saya, tetapi di Spanyol, mereka semua ingin saya pergi. "

Sumber :

Minggu, 02 September 2018

5 Kapten Terbaik Sepanjang Sejarah, Nomor 1 Pemain Terbaik Sepanjang Masa

5 Kapten Terbaik Sepanjang Sejarah, Nomor 1 Pemain Terbaik Sepanjang Masa


Kapten sepertinya menjadi roh dalam sebuah tim, tidak terkecuali buat sepak bola. Keberadaan mereka sangat penting untuk memimpin tim saat di lapangan, sebagai kepanjangan tangan dari pelatih. Selain punya visi bermain, kepemimpinan dan wibawa mutlak dimiliki seorang kapten di dalam tim sepak bola.

Selain menjadi komandan rekan-rekan setimnya di lapangan, sosok kapten juga jadi panutan di luar lapangan. Dari sekian banyak kapten tim yang ada, kami coba merangkumnya jadi 5 kapten terbaik sepanjang sejarah sepak bola:

1. Pele


Legenda Brazil ini pantas menduduki peringkat pertama sebagai kapten terbaik, mengingat prestasi yang ia capai. Bahkan ia bisa disebut sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa yang pernah dimiliki dunia sepak bola. Sepanjang karirnya ia mencetak lebih dari 1000 gol dan membuatnya jadi penyerang paling mematikan.

Pemain yeng dijuluki O Rey atau yang berarti Sang Raja itu menjadi kapten terbaik Santos dalam beberapa tahun di era 60-an. Dibawah kepemimpinan Pele, klub asal Brazil itu pernah melalui periode paling produktif. Trofi pertama untuk Pelé bersama Santos adalah Campeonato Paulista atau juara liga dimana Pelé secara menakjubkan keluar sebagai pancetak gol terbanyak dengan 56 gol, sebuah rekor yang tetap bertahan sampai sekarang.

Sepanjang kariernya di Santos, Pele telah mempersembahkan 10 trofi Campeonato Paulista, 4 trofi Torneio Rio-Sao Paulo, 5 trofi Taca Brazil, 1 trofi Recopa Int dan trofi Torneio Roberto Gomes Pedrosa. Santos kemudian berpartisipasi dalam Copa Libertadores, turnamen paling bergengsi di Amerika Selatan, dimana Pelé berhasil membawa Santos meraih trofi tersebut 2 kali pada tahun 1962 dan 1963 dan menjadi Top Skorer turnamen pada 1965. Pele terus menuai sukses bersama Santos hingga penghujung karirnya.

2. Raul Gonzales

Cristiano Ronaldo boleh saja memakai jersey nomor 7 di Real Madrid saat ini, tapi setiap Madridista -pendukung setia Madrid- tentu tidak bisa melupakan siapa legenda dibalik nomor 7. Ia adalah Raul Gonzales yang sepanjang karirnya bersama Los Blancos -julukan Madrid-, menuai banyak sukses.


Raul mungkin pemain terbesar yang pernah memakai jersey Madrid, hanya Alfredo Di Stefano yang bisa bersaing dengannya. Setelah Fernando Hierro pensiun dari timnas Spanyol tahun 2002, Raul menjadi kapten untuk Real Madrid dan Spanyol. Ia menjadi salah satu penyerang paling berbahaya yang pernah bermain buat Madrid, selama 16 tahun di Santiago Bernabeu -kandang Madrid-.

Ia menempati urutan ke 12 untuk pencetak gol terbanyak di sejarah sepak bola La Liga, Spanyol dengan 323 gol dari 741 pertandingan. Semua gol tersebut ia cetak bersama Real Madrid, dan itu membuat ia menempati urutan ketiga sebagai pencetak gol terbanyak di Real Madrid sepanjang masa. Hingga akhirnya pada 2010, Raul meninggalkan Bernabeu.

3. Diego Armando Maradona

Kehidupan Maradona memang tidak sebaik ketika berada di lapangan, tapi legenda Argentina itu layak masuk tiga besar sebagai kapten terbaik sepanjang sejarah. Maradona menjadi sosok di balik kesuksesan Napoli pada pertengahan 1980-an dengan mencetak 115 gol dari 259 penampilan bersama klub asal Italia itu.

Maradona bergabung bersama Napoli pada 1984 hingga mencapai puncak kariernya dalam sepak bola. Pemain asal Argentina itu adakah kapten tersukses Napoli ketika menghantar timnya menjadi juara Seri A untuk pertama kalinya dalam sejarah klub pada periode 1986-1987 dan kemudian diulang pada 1989-1990



Bersama pemain bertubuh kecil itu, Napoli juga menjadi runner up Serie A pada tahun 1987-1988 dan 1988-1989. Selain itu, ia juga membantu Napoli menjuarai Piala Italia pada tahun 1987. Setahun kemudian, tepatnya musim 1988-1989, Napoli mengalahkan Vfb Stuttgart untuk menjadi juara Piala UEFA. Maradona juga menjadi pencetak gol terbanyak dalam Liga Italia Serie A dengan 15 gol.

4. Carles Puyol

Semasa menjabat ban kapten, Carles Puyol adalah pemain yang paling berdedikasi untuk klub asal Catalan tersebut. Sepertinya kebanyakan pemain Barcelona lainnya, Puyol adalah jebolan dari akademi pemain muda Catalan yakni La Masia. Hingga sepanjang karirnya ia hanya membela satu klub, yakni Barca.

Puyol sudah mempersembahkan 6 trofi Piala La Liga dan 3 kali juara Liga Champions, menjadikannya sebagai bek paliang sukses di dunia. Selain sebagai pemain bertahan, Puyol juga dikenal punya kemampuan mencetak gol dengan hebat melalui kepalanya. Sayang cedera panjang yang menimpanya, membuat Puyol memutuskan gantung sepatu.

5. Iker Casillas

Pada posisi kelima, ada seorang penjaga gawang timnas Spanyol, Iker Casillas yang layak disebut sebagai salah satu kapten terbaik dalam sejarah sepak bola. Bersama La Furia Roja -julukan Spanyol-, Casillas menikmati pencapaian mengesankan baik secara individu maupun tim.


Mengemban ban kapten sejak Piala Dunia 2006, Casillas kemudian menghantar Spanyol jadi juara Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012. Dariketiga turnamen Piala Dunia yang diikuti, Casillas selalu jadi langganan dalam skuat All-Star. Tidak hanya dalam level Internasional, bersama Real Madrid, Casillas juga menuai segudang prestasi.

Selepas Raul, ban kapten El Real -julukan Madrid- kerap jadi milik Casillas. Bersamanya, Madrid sukses memenangkan gelar La Liga ditahun 2007 dan 2008 serta Piala Super Spanyol. Bahkan ia pernah keluar sebagai peringkat keempat dalam perebutan gelar Ballon d'Or 2008 silam.

sumber

Inilah 10 Bek Paling Tangguh di Dunia Saat Ini, Tangguh Ataukah Kotor?

Inilah 10 Bek Paling Tangguh di Dunia Saat Ini, Tangguh Ataukah Kotor?


Bek atau pemain belakang mempunyai peran yang sangat penting dalam menjaga pertahanan dan menjadi tembok yang kokoh agar gawang mereka tidak kebobolan. Secara umum bek terbagi menjafi 3 posisi yaitu bek tengah, bek kanan dan bek kiri. Ketiganya harus mempunyai koordinasi yang harmonis dalam menjaga pertahanan.

Bek tepat menjaga garis pertahanan dan seolah menjadi pintu gerbang menuju gawang, bek tengah tuntut harus tangguh dan mampu menghalau setiap peluang yang akan mengancam gawang mereka.

Namun pertanyaannya, siapakah bek yang menjadi paling tangguh di dunia saat ini? Semua pasti punya jagoan masing-masing. Namun terdapat beberapa parameter untuk menentukan bek terbaik di dunia saat ini. Atribut bertahan menjadi faktor utama, meliputi tackling, marking, heading hingga kemampuan membaca permainan. Selain skill bertahan, faktor konsistensi permainan, pengaruh bagi tim serta trofi yang didapat juga kerap jadi faktor untuk menentukan defender terbaik dunia. Dan inilah 10 bek terbaik di dunia saat ini:

10. DIEGO GODIN (Atletico Madrid / Uruguay)



Diego Godin merupakan pilar andalan Atletico dan Uruguay, kemampuan bertaham Godin sangat lah bagus, terutama dalam hal-hal bola atas. Godin juga merupakan kunci solidnya pertahanan Atletico selama beberapa musim terakhir. Terbukti raihan gelar liga eropa, piala super eropa dan mampu merusak hegemoni Real Madrid dan Barcelona merupakan bukti nyata performa Dieogo Godin.



9. MILAN SKRINIAR (Inter Milan / Slovakia)



Mungkin tak banyak yang mengenal Milan Skriniar, penampilan pemain asal Slovakia inidi tahun 2018 sangat mengejutkan banyak pihak. Bek tengah Inter Milan ini jadi salah satu bek terbaik di serie A Italia. Pertahanan Inter Milan pun kian kokoh dengan kehadiran bek internasional Slovakia. Selain tangguh dalam bertahan, Skriniar juga kerap mencetak gol.



8. MATS HUMMELS ( Bayern Munchen / Jerman)



Hummels kini merupakan pilar tak tergantikan di skuad munchen dan Jerman. Hummels merupakan alah satu bek tengah yang paling konsisten . Bek tengah Bayern Munchen dan timnas Jerman ini mampu jadi andalan tim, terutama saat rekannya di klub dan timnas, Jerome Boateng kerap dilanda cedera. Hummels memiliki skill defending yang bagus ditunjang kemampuan ball-playing yang mumpuni.



7. KALIDUO KOULIBALY (Napoli / Senegal)


Beberapa tahun terakhir, nama Kalidou Koulibaly menjadi salah satu bek top Italia dan banyak menjadi incaran banyak klub besar di eropa. Defender Napoli asal Senegal ini memiliki atribut defending yang bagus. Koulibaly merupakan kunci kokohnya pertahanan Napoli di serie A, Koulibaly juga memberikan penampilan yang impresig kala membela timnas Senegal di piala dunia 2018, inilah yang membuat Koulibaly menjadi makin banyak diminati klub-klub besar.



6. JOSHUA KIMMICH (Bayern Munchen / Jerman)


Kimmich merupakan kader tersukses dari salah satu mantan bek terbaik dunia yang kini sudah pensiun yaitu Philip Lahm. Fans Bayern rasanya tidak perlu khawatir usai Philipp Lahm pensiun tahun lalu. Joshua Kimmich menunjukkan performa bagus yang terus meningkat. Kimmich terus berkembang dan menjadi andalan The Bavarian musim lalu, terkenal karea atribut crossing yang bagus dimana ia sudah menorehkan belasan assist tahun ini.



5. NICOLAS OTAMENDI (Manchester City / Argentina)


Musim 2017-2018 sepertinya menjadi puncak performa Nicolas Otamendi untuk menjadi salah satu bek terbaik di dunia. Otamendi mampu tampil konsisten bersama the citizen musim lalu, Otamendi menjafi bek andalan saat Manchester City meraih titel juara Liga Inggris 2018. Otamendi pun menjadi bek terbaik Liga Inggris berkat penampilannya bersama Manchester City. Otamendi yang masuk skuad Argentina terbaru pun menjadi bek andalan utama timnas Argentina.



4. GERARD PIQUE (Barcelona / Spanyol)



Pique merupakan binaan sukses dari La Masia, sempat hijrah ke Mancheater United bebrapa saat namun semua berubah ketika dia membuat sebuah blunder dan kemudian tak pernah mendapatkan tempat, akhirnya dia pulang ke Catalan dan bergabung berasama Barcelona.

Perjalanan karir Gerard Pique memang cukup unik. Di saat banyak pengamat menganggap penampilannya sudah menurun, Pique selalu membuktikan sebaliknya. Pique menjadi bek tetap bermain konsisten dan menjadi salah satu bek kelas dunia. Fakta bahwa ia menjadi bek utama Barcelona dan timnas Spanyol tanpa tergantikan tentu menunjukkan kualitas Pique.



3. GIORGIO CHIELLINI (Juventus / Italia)


Italia memnag terkenal dengan pemain-pemain bertahan yang sangat tangguh, banyak bek-bek tangguh yang tak perlu diragukan lagi yang telah dilahirkan di Italia. Chiellini merupakan salah satunya. Sebagai pemain, Chiellini dikenal sebagai defender yang garang dan tak kenal kompromi, hingga ia dijuluki King Kong. Ia menjadi pemain kunci Juventus dan timnas Italia serta memiliki atribut bertahan yang sangat baik.



2. MARCELO ( Real Madrid / Brazil)


Dalam beberapa tahun terakhir, predikat bek kiri terbaik dunia dipegang oleh Marcelo. Bek kiri Brasil ini selalu tampil bagus, terutama berkat kemampuan menyerang dan crossing yang ia miliki. Marcelo juga memiliki kotrol bola yang bagus memiliki aksi individu yang sangat menawan. Marcelo seolah mewarisi sepakbola Brazil di era sepak bola modern ini. Marcelo jadi pemain penting dalam kesuksesan El Real meraih beberapa trofi beberapa musim terakhir. Termasuk hattrick liga champion di musim 2017/2018.



1. SERGIO RAMOS (Real Madrid / Spanyol)


Bek terbaik 2018 layak disematkan pada Sergio Ramos. Meski banyak orang yang menganggap Ramos bermain kotor dan licik, namun sebagai bek tengah, Ramos mampu tampil konsisten dan menjadi benteng kokoh bagi Real Madrid dan timnas Spanyol.

Selain itu Ramos memiliki wibawa kepemimpinan dimana ia menjadi kapten tim baik di el real maupun di timnas Spanyol. Ramos membawa Real Madrid menjadi juara La Liga dan Liga Champions musim lalu. Ia juga kerap mencetak gol gol krusial lewat sundulan kepala. Ramos pun menjadi salah satu bek terbaik dunia dalam beberapa tahun terakhir.


sumber :

Panggil Emil Audero, Inilah Line Up Mengerikan Indonesia Di Ajang AFF, Pasti Juara!

Panggil Emil Audero, Inilah Line Up Mengerikan Indonesia Di Ajang AFF, Pasti Juara!




Dilansir dari Bola.com (1/9/2018) Indonesia Masih Akan dilatih Oleh Luis Milla, tetapi Target Edy Milla harus membawa Indonesia Juara di Piala AFF tahun Ini.

berikut line up yang akan di sajikan oleh Luis Milla :

Di Penjaga Gawang Ada Nama Emil Audero, Kiper keturunan Indonesia Bisa Saja Dicoba Oleh Indonesia untuk Di Piala AFF dan Dipanggil Oleh Luis Milla.

Di Lini Belakang ada nama Rezaldi, Fachrudin, Hansamu Yama dan Ardi Idrus. Keempat bek bintang ini memang memiliki pertahanan yang kuat dan kokoh yang sulit untuk ditembus oleh lawan lawannya, Keempatnya juga bisa Memecahkan kebuntuan lewat Overlapp yang cepat dan Baik.

Di Lini tengah ada nama Zulfiandi, Evan Dimas dan Lilipaly. Ketiga pemain jenderal lapangan tengah ini memiliki kecepatan serta umpan yang akurat dan terukur yang bisa memanjakan para Strikernya di Lini Depan, ketiganya juga termasuk pemain Bintang yang bisa mengatur ritme dan Tempo.


Di Lini Depan Ada nama Febry, Beto dan Andik Vermansyah. Ketiga pemain depan ini memiliki kecepatan serta ketajaman dalam naluri mencetak gol yang tinggi, Ketiganya juga termasuk pemain bintang dan Bisa mengobrak abrik pertahanan lawannya.

sumber :

Matuidi: Cristiano Ronaldo Seperti Monster

Matuidi: Cristiano Ronaldo Seperti Monster




Turin - Gelandang Juventus Blaise Matuidi, memuji rekan setimnya, Cristiano Ronaldo. Dalam hal bekerja, dia menyebut bintang asal Portugal itu layaknya seorang monster. Dia punya etos kerja yang tinggi dibandingkan pemain lain.


Ronaldo Masih Mandul di Juventus, Begini Kata Allegri
Mourinho Bantah Melarang MU Beli Ronaldo
Ini Penyebab Juventus Tak Duetkan Dybala dengan Ronaldo
Performa Cristiano Ronaldo bersama Juventus kini sedang dalam sorotan. Dia belum mampu mencetak gol perdananya di Liga Serie A Italia. Padahal, pemain yang diboyong dari Real Madrid itu selalu bermain penuh pada tiga laga yang sudah dimainkan Juve.

Ronaldo yang selama ini dengan begitu mudah membobol gawang lawan, tidak mampu berbuat banyak di laga melawan Chiveo, Lazio, dan Parma. Belum ada gol yang di jaringkan di gawang lawan.

Meski belum mendapatkan gol debutnya, aksi Cristiano Ronaldo terus mendapatkan pembelaan dari para pemain Juve. Salah satunya dari Matuidi yang menyebut Ronaldo sebagai monster.

Datang Lebih Cepat, Pulang Terakhir
Cristiano Ronaldo Cetak Gol Pertama Untuk Juventus
Cristiano Ronaldo berusaha mengontrol bola saat pertandingan persahabatan antara Juventus A dan tim B di Villar Perosa, Italia utara, (12/8). Pertandingan dimenangkan tim utama Juventus dengan skor 5-0. (AP Photo/Antonio Calanni)
Matuidi yakin tidak ada yang salah dengan performa Ronaldo. Sebab, pemain 33 tahun itu sudah bekerja keras. Ronaldo jadi orang pertama yang datang di latihan dan pulang paling akhir. Dia seperti seorang monster.

"Ronaldo adalah pemain terbaik dunia dan tentu menyenangkan bisa bermain dengannya," kata Matuidi.

"Di tempat latihan, dia seperti monster. Dia datang lebih cepat dan dia pulang paling akhir. Ronaldo bekerja, dia bekerja. Saya belum pernah melihat yang seperti itu dan saya mengerti mengapa dia menangkan lima Ballon d'Or," sambung mantan pemain PSG itu.

Sosok yang Baik
Tidak hanya soal latihan, Matuidi juga memuji Ronaldo sebagai pribadi yang baik. Ini berkaca pada pemberian ucapan selamat dari Ronaldo usai Matuidi sukses membawa Prancis jadi juara di Piala Dunia 2018 yang lalu.

"Apakah dia mengucapkan selamat pada saya? Tentu saja. Itu yang dia ucapkan pertama kali ketika berjumpa dengan saya. Ronaldo mengucapnya dalam bahasa Prancis," ungkap Matuidi.

Sumber

Klasemen Sementara & Hasil Pertandingan ke 4 Liga Inggris 2018-2019, 3 Klub Berebut Posisi Puncak

Klasemen Sementara & Hasil Pertandingan ke 4 Liga Inggris 2018-2019, 3 Klub Berebut Posisi Puncak



Hingga pekan keempat Liga Inggris, hanya Liverpool, Chelsea, dan Watford yang berhasil menumpulkan total poin sempurna yaitu 12 poin.

Dilansir dari Bolasport.com, ketiga klub tersebut selalu memenangi empat laga awal mereka pada gelaran Liga Inggris musim ini.

Pada pekan keempat, Liverpool berhasil menang dengan skor 2-1 saat menghadapi Leicester City, Sabtu (1/9/2018).

Sedangkan Chelsea berhasil menang melawan AFC Bournemouth dengan 2-0

Sementara Watford berhasil membalikkan keadaan kala menjamu Tottenham Hotspur dan menang dengan skor 2-1, Minggu (2/9/2018).

Selain tiga tim ini, dua tim "Big Six yang terbuang" juga lambat laun merangsek naik ke posisi lebih tinggi.

Arsenal berhasil menang tipis 3-2 saat menghadapi tim promosi, Cardiff City.

Begitupun Manchester United yang terselamatkan dengan dua gol Romelu Lukaku saat menghadapi Burnley.

Sang juara bertahan, Manchester City, masih duduk anteng di posisi keempat dengan 10 poin, hasil tiga kemenangan dan satu hasil seri.

Terakhir, anak asuh Pep Guardiola berhasil menang 2-1 saat menjamu Necastle United.


===

Hasil Lengkap Liga Inggris Pekan Keempat musim 2018-2019:

Sabtu (1/9/2018)

Leicester City 1 - 2 Liverpool (Rachid Gezzal 63'; Sadio Mane 10', Roberto Firmino 45')

Brighton Hove Albion 2 - 2 Fulham (Glenn Murray 67' dan 84'; Andre Schurrle 43', Aleksandar Mitrovic 62')

Chelsea 2 - 0 AFC Bournemouth (Pedro 72', Eden Hazard 85')

Crystal Palace 0 - 2 Southampton (Danny Ings 47' P. Hojbjerg 90')

Everton 1 - 1 Huddersfield Town (Dominic Calvert-Lewin 36'; Phillip Billing 34')

West Ham United 0 - 1 Wolverhampton Wanderers (Adama Traore 90')

Manchester City 2 - 1 Newcastle United (Raheem Sterling 8', Kyle Walker 52'; DeAndre Yedlin 30')

===

Cardiff City 2 - 3 Arsenal (Víctor Camarasa 45' D. Ward 70'; Skhodran Mustafi 11', Pierre-Emerick Aubameyang 62', Alexandre Lacazette 81')

Burnley 0 - 2 Manchester United (Romelu Lukaku 27' dan 44')

Watford FC 2 - 1 Tottenham Hotspur (Troy Deeney 69', Craig Catchcart 76'; Abloulaye Doucore 53' bunuh diri)

sumber :

Mereka 7 Muslim di Timnas Prancis Piala Dunia 2018, No 6 Langsung Pensiun Dari Timnas

Mereka 7 Muslim di Timnas Prancis Piala Dunia 2018, No 6 Langsung Pensiun Dari Timnas

Timnas Prancis baru saja merayakan kemenangannya sebagai juara Piala Dunia 2018.

Hugo Lloris cs mampu mengalahkan tim kuda hitam Kroasia di partai puncak pesta akbar sepak bola tahun ini dengan skor meyakinkan 4-2.

Tahukah kamu bahwa banyak pemain sepak bola beragama Islam yang mengisi skuad arahan Didier deschamp ini pada Piala Dunia tahun ini.

Berikut 7 pemain Muslim timnas Prancis di Piala Dunia Rusia :

1. Paul Pogba


Pemain kelahiran 15 Maret 1993, di Lagny-sur-Marne, Perancis. Kini bermain untuk Manchester United dengan posisi gelandang. Pemain yang dibeli MU dari Juventus dengan harga sebesar 105 juta Euro ini menjadi pemain kunci yang tergantikan di lini tengah Prancis sepanjang turnamen Piala Dunia di Rusia.

Walaupun hanya menyumbangkan 1 gol dari semua penamilannya di Piala Dunia tahun ini, namun ia memberi kontribusi besar dalam meraih juara Piala Dunia ke-2 bagi tim Ayam Jantan.

2. N’Golo Kante


Duetnya bersama Paul Pogba di lini tengah timnas Prancis mampu membawa pencapaian tertinggi bagi negaranya.

Pemain yang lahir 29 Maret 1991,di Paris, Perancis, kini bermain untuk Chelsea di Liga Inggris.

Penampilan apiknya bersama Les Bleus di Piala Dunia menjadikannya banyak dilirik klub-klub besar eropa.

3. Nabil Fekir


Reuters-Charles Platiau
Pemain berdarah Aljazair ini bermain sebagai gelandang serang di klub Prancis Lyon. Fekir pernah dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Ligue 1 Tahun 2014-15. Ia juga dinobatkan sebagai Tim Ligue 1 UNFP Tahun ini di 2014–15 dan 2017–18 serta UNFP Ligue 1 Player of the Month pada bulan Oktober 2017.

Fekir tidak bermain sebanyak Pogba atau Kante untuk timnas Prancis pada Piala Dunia ini, namun kontribunya untuk Les Blues tidak biasa di pandang sebelah mata.

4. Ousmane Dembele



Pemain keturunan Senegal dan Mali ini bermain untuk Barcelona sejak 25 Agustus 2017, Dembele ditransfer ke Barcelona, ​​dengan nilai € 105 juta karena ia menjadi pemain termahal kedua bersama Paul Pogba, sebelum Neymar pindah ke PSG.

Pemuda yang lahir di Vernon Prancis 15 Mei 1997 ini sering bermain di bangku candangan. Ia biasanya bergantian dengan Mbappe.

5. Djibril Sidibe



Bek berusia 24 tahun ini bermain untuk klub AS Monaco. Dia memenangkan ‘Ligue 1’ tahun 2016-17 dengan Monaco dan dinobatkan sebagai Tim Ligue 1 UNFP Tahun ini di musim yang sama.

Pemain kelahiran Troyes, Perancis 29 Juli 1992 ini bermain penuh pada laga Prancis vs Denmark. Meski berakhir imbang, Sidibe menjadi pemain yang paling mencolok dilini belakang sepanjang pertandingan.

Ia merupakan pemain yang paling banyak lakukan sentuhan terhadap bola (111 kali) dan lepaskan umpan (89 kali). Akurasi umpannya pun brilian, mencapai 88 persen.

6. Adil Rami



Rami saat ini bermain untuk klub Prancis, Marseille. Ia memenangkan ‘Ligue 1’ pada 2010-11 dan Coupe de France 2010-11 dengan Lille. Selain itu, ia meraih trofi Liga Eropa UEFA bersama Sevilla pada 2015–16 dan berhasil masuk ke Liga Europa UEFA musim ini.

Pemain berusia 32 tahun kelahiran 27 Desember 1985,di Bastia, Perancis ini mengumumkan bahwa dirinya pensiun dari timnas Prancis usai Prancis memenagkan tropi juara Piala Dunia 2018.

7. Benjamin Mendy


Mendy adalah pemain berdarah Senegal yang lahir 17 Juli 1994,di Longjumeau Prancis. Mendy adalah bek kiri klub Liga Premier, Manchester City. Dia memenangkan Ligue 1 bersama Monaco sebelum pindah ke Inggris dengan biaya transfer rekor dunia untuk seorang pemain belakang. Tahun ini, ia juara Bersama City, Ia menjuarai Liga Inggris musim 2017/18.

Meski hanya tampil dalam satu laga selama 40 menit kala Prancis berhadapan dengan Denmark di laga fase grup. Ia menjadi bagian 23 pemain timnas Prancis di Piala Dunia 2018.

Itulah 7 pemain timnas Prancis beragama Islam di Piala Dunia 2018.

sumber :

Tolak Main Di Piala Dunia Demi Timnas Indonesia, Pemain West Ham United Ini Harus Kecewa

Tolak Main Di Piala Dunia Demi Timnas Indonesia, Pemain West Ham United Ini Harus Kecewa


Seperti yang kita ketahui, persepak bolaan indonesia saat ini sedang bagus dan terus menanjak. Talenta dari negeri ini pun seakan muncul tanpa henti. Dan kali ini pemain dari negeri ratu elisabet. Salah satu pemain west ham united yang merupakan jebolan dari akademi leicester city tengah mengutarakan keinginan nya untuk membela timnas indonesia.


Pemain kelahiran bintaro yang sejak kecil tinggal di australia ini, Nathan Muskitta bahkan sampai menolak ajakan timnas Australia untuk berlaga di piala dunia demi keinginannya untuk membela timnas indonesia.

Meskipun dia telah tinggal lama di luar negri namun kecintaannya pada indonesia masih terus berkobar. Sebenarnya pemain berusia 18 tahun ini juga pernah mengikuti seleksi timnas U-19 asuhan indra safri. Namun sayang nya dia harus kecewa karena tidak di pilih oleh pelatih untuk masuk gabung timnas U-19.

Semoga saja Luis milla atau indra safri masih terus memantau pemain satu ini, guna meningkatkan kwalitas permainan timnas kita. Bravo sepak bola indonesia.

Salam penuh cinta dari mimin,semoga hari kalian menyenangkan.

FIFA Ingin Indonesia Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2020,Netizen Malah Bilang Begini?

FIFA Ingin Indonesia Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2020,Netizen Malah Bilang Begini?

Kabar mengejutkan sekaligus membanggakan datang saat federasi sepak bola dunia yaitu FIFA ingin Indonesia yang diwakili oleh PSSI menggelar event sepakbola internasional.


Organisasi yang bermarkas di Swiss ini seperti mempercayai jika Indonesia mampu untuk menggelar turnamen ini dengan sangat baik.


Melansir dari akun Instagram Indomalayarena(30/08/2018)." Indonesia mendapatkan tawaran bidding Piala Dunia Putri U20 dan U17 tahun 2020."

Walaupun hanya biding tetapi pipa pasti mempunyai alasan yang kuat mengajak Indonesia untuk melakukan bidding .


Namun niat baik FIFA ini telah mendapatkan tanggapan negatif dari para netizen di Indonesia kebanyakan dari mereka tidak setuju karena persepakbolaan Putri di Indonesia belum terlalu maju dan dikhawatirkan akan menjadi lumbung gol.

Berikut kami kutip komentar netizen:

@rahmat_h1d4y4t nggak usah bikin malu aja, Nanti kena bantai 50-0.

@denrudi_attaqi jangan di Indo belum ada kompetisi sepak bola Putri, Timnas Putri juga apa adanya gue nggak tega ngelihat Timnas Putri kita nanti kena bantai.

Jikalau kita berpikir positif memang komentar dan pujian ini ada benarnya karena bisa nanti Indonesia melawan tim yang sepakbola wanitanya lebih maju, pada akhirnya Indonesia dikalahkan dengan skor telak dan bisa membuat malu muka Indonesia.

Yang perlu dipikirkan sekarang adalah bagaimana cara untuk mengembangkan sepakbola putri agar lebih kuat minimal bisa bersaing di Asia Tenggara.

Bagaimana menurut anda?

Silakan berikan komentar atau pendapat anda di bawah ini, jangan lupa juga klik tanda kuning di atas untuk mengikuti supaya kami bisa memberikan berita terbaru seputar olahraga khususnya sepakbola secara gratis untuk anda!

Menanti kejutan di Liga Champions

Menanti kejutan di Liga Champions




Drawing Liga Champions musim 2018/19 baru saja selesai dilaksanakan beberapa jam yang lalu. Dan beberapa kejutan terjadi di drawing ini, juga beberapa grup yang bisa dianggap "neraka" bagi para pesertanya. berikut sedikit ulasan beberapa peserta yang bisa jadi memberikan kejutan di Liga Champions musim ini.

Mari kita bahas satu-persatu grup.

GRUP A

Atletico Madrid, yang notabene nya adalah langganan Liga Champions dalam beberapa musim terakhir mungkin jadi kandidat terkuat untuk lolos ke fase berikutnya dari grup ini. Masih diperkuat oleh pemain yang berhasil membawa Perancis juara Piala Dunia Antoine Griezzman, Sepertinya Atletico masih terlalu tangguh untuk tim lain.

Borussia Dortmund, peraih satu gelar Liga Champions saat musim 1997 ini tentu merasa beruntung dengan aturan baru dari UEFA yang membuat 4 tim dari empat liga yang ada di eropa seperti Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Italia, dan Liga Jerman berhak lolos langsung ke fase grup Liga Champions, pasalnya musim lalu bukan lah musim terbaik bagi Dortmund karena hanya finish di peringkat 4 klasemen akhir walaupun memiliki poin yang sama dengan hoffenheim yang menempati peringkat 3. mengawali musim ini dengan pensiunnya kapten sekaligus legenda klub Roman Weidenfeller seperti akan dirasa berat oleh pasukan Lucien Favre pelatih yang baru membesut tim ini di awal musim.

Club Brugge, Juara Liga Belgia ini berhak lolos langsung ke Fase Grup liga champions. mungkin tidak banyak yang tahu tentang klub ini namun perlu kalian tahu bahwa klub ini pernah satu kali merasakan Final Liga Champions yang saat itu masih bernama European Cup, tepatnya di musim 1977-78. Namun sayang mereka harus takluk oleh Liverpool dengan skor tipis 1-0. Patut ditunggu kejutan apa yang bisa diberikan oleh klub dari negara semifinalis Piala Dunia 2018 ini.

Grup B

Dari grup ini saya akan membahas Internazionale Milan dan PSV eindhoven, karena semua orang sudah tahu siapa Barcelona, ataupun Totenham Hotspurs yang dipimpin oleh top skor Piala Dunia 2018 Harry Kane.

Inter, peraih 3 gelar Liga Champions ini akhirnya kembali setelah 7 musim absen hampir menyamai rekor absen 8 tahun saat musim 1981 sampai 1989. Kembalinya Inter ke Liga Champions pun hampir sama kasusnya dengan Borussia Dortmund, Inter diuntungkan oleh aturan baru UEFA yang membuat peringkat 4 dari Serie A lolos otomatis ke fase grup, dan semoga Inter bisa memberikan penampilan terbaik mereka pada fans nya yang telah menanti cukup lama untuk kembali merasakan atmosfer Liga Champions.

PSV Eindhoven, berbanding terbaik dengan Inter, PSV justru menjadi klub yang dirugikan dengan aturan baru UEFA, pasal nya mereka adalah Juara Eredivisie Belanda musim lalu, namun mereka harus mengikuti babak play off terlebih dahulu sebelum akhirnya memastikan diri lolos ke fase grup Liga Champions. Menghadapi Bate Borisov di babak Playoff PSV berhasil memenangkan dua laga dengan cukup meyakinkan, menang di laga tandang leg 1 dengan skor 3-2, PSV melibas Bate dengan skor telak 3-0 di Philips stadion dan berhak mendapat jatah lolos ke Liga Champions dengan Aggregat 6-2.

GRUP C

Nah ini adalah salah satu grup yang bisa dianggap "neraka" bagi tim yang tergabung di dalamnya. Terdiri dari finalis musim lalu Liverpool, Juara Liga Perancis yang di perkuat bintang muda peraih Piala Dunia Kylian Mbappe serta Neymar, Runnerup Serie A Napoli yang, serta satu-satu nya Juara Liga Champions asal Balkan Red Star Belgrade (Crvena Zvesda) yang menjadi juara di tahun 1991 dan merupakan penampilan terakhir mereka di Liga Champions dan musim ini adalah musim kembali nya mereka setelah absen 27 Tahun.

Yang pasti empat klub yang ada di Grup C ini memiliki peluang yang sama besar untuk lolos ke fase selanjutnya. Dan patut ditunggu kejutan apa yang akan tersaji dari Grup ini.

GRUP D

Grup D ini bisa dianggap cukup merata dari segi kekuatan yang dimiliki oleh klub yang tergabung di dalamnya. Juara Liga Turki Galatasaray, Juara Liga Russia Lokomotiv Moscow, Juara Liga Portugal FC Porto, dan Runner up Liga Jerman Schalke 04. Agak sulit untuk memprediksi siapa yang akan lolos dari grup ini semoga ada banyak kejutan yang bisa tercipta.

GRUP E

Grup ini bisa dibilang bukan menentukan siapa saja yang akan lolos ke fase selanjutnya, namun menentukan siapa yang akan menemani Bayern Munchen untuk lolos ke fase berikutnya. Bukan bermaksud meremehkan peserta lain, namun Bayern Munchen terasa terlalu superior bagi Ajax Amsterdam, Benfica, dan AEK Athens.

GRUP F

Manchester City boleh dianggap kandidat terkuat untuk lolos dari grup ini, namun rekor buruk The Citizens di Eropa mungkin bisa jadi kendala bagi mereka, selain itu Lyon juga tak bisa di remehkan, diperkuat pemain seperti Nabil Fekir, Lyon mungkin saja menjadi batu sandungan. Serta jangan lupakan juara Liga Ukraina musim lalu Shaktar Donetsk, ditambah tim kejutan Hoffenheim yang berhasil menjadi peringkat 3 bundesliga musim lalu.

GRUP G

Juara bertahan Liga Champions musim lalu ini mungkin memiliki kans terbesar untuk lolos, namun hengkangnya Cristiano Ronaldo seperti memberi dampak besar bagi skuad El Real di musim ini. Tapi kehadiran pemain terbaik UEFA musim lalu dan salah satu pahlawan Kroasia di Piala Dunia lalu Luka Modric seperti akan menjawab kekhawtiran Madridista. AS Roma sepertinya akan menjadi kandidat selanjutnya untuk lolos asalkan bisa menaklukan CSKA Moscow dan Viktoria Plzen seperti saat mereka menaklukan Barcelona musim lalu.

GRUP H

Nah grup terakhir ini pastinya akan menjadi perbincangan banyak orang pasalnya kepindahan Cristiano Ronaldo ke Juventus memang mengejutkan penggemar Sepakbola di seluruh dunia, juga kehadiran Manchester United di grup ini akan membuat Ronaldo bertemu dengan mantan klub yang membesarkan namanya dulu. Namun Valencia dan BSC Young Boys tentu akan selalu siap untuk memberi kejutan di grup ini. Apalagi Young Boys yang berhasil menjadi Juara Liga Swiss musim lalu ini akhirnya kembali ke Liga Champions setelah absen 32 tahun lamanya.

Sepertinya segitu saja sedikit review peserta Liga Champions musim 2018-19 yang akan digulirkan bulan September mendatang. Kejutan yang akan diberikan oleh 32 klub peserta tentu saja patut untuk dinantikan. Siapkan Kopi dan Cemilan kalian, karena UCL IS BACK!!!

sumber :

Sabtu, 01 September 2018

Akhirnya Pecinta Sepakbola Di Tanah Air Bisa Nonton Langsung 'Piala Dunia' Di Indonesia


Pesta olahraga terbesar di Asia yaitu Asian Games 2018 sebentar lagi selesai. Salah satu cabang olahraga yang paling ditunggu-tunggu hasil akhirnya yaitu sepakbola dipastikan akan memberikan tontonan yang menarik bagi seluruh pecinta sepakbola.

Pada laga final yang akan digelar pada 1 september 2018 mendatang, banyak pecinta sepakbola yang menyebut jika laga final sepakbola yang mempertemukan antara timnas korea u-23 vs timnas Jepang u-23 akan menampilkan tontonan yang berkelas. seperti dikutip pada laman tribunnews.com (31/08/18)

Bertemunya timnas Korea dengan timnas Jepang di partai final Asian games 2018 memang sudah diprediksi banyak pecinta sepakbola di tanah air,

Timnas Korea dan timnas Jepang bertemu di partai final jelas menjadi sesuatu yang membahagiakan bagi pecinta sepakbola di tanah air. Bagaimana tidak, kedua negara ini diketahui menjadi negara yang juga menjadi peserta dari Piala dunia yang belum lama ini digelar di Russia.

Tidak sedikit dari pecinta sepakbola di tanah air menyebut jika menyaksikan laga final antara timnas Korea vs timnas di jepang di Asian games terasa seperti sedang menonton piala dunia.

Sumber
Coret Egy, Inilah Line Up Mengerikan Timnas Indonesia U-19 Demi Lolos Piala Dunia U-20

Halo Bertemu lagi bersama Admin, Kali Ini Admin Akan Membahas Piala AFC yang akan diselenggarakan di Indonesia. Target Lolos Piala Dunia U-20 sudah Di Usung, Dan Indra Sjafri Harus berani Coret Egy demi Bisa bermain secara tim dan tidak mengandalkan Individual.

Kali Ini Admin Akan Membahas Line Up Mengerikan Timnas Indonesia U-19:

Di Penjaga gawang ada nama Riyandi, Kiper muda ini kemungkinan masih dipertahankan oleh Indra sjafri guna memperkuat Kini Belakang.

Di Lini Belakang ada nama Firza, Nur Hidayat, Irianto dan Marasabessy. Keempat bek bintang ini memang memiliki pertahanan yang kuat dan kokoh yang sulit untuk ditembus oleh lawan lawannya, Keempatnya termasuk pemain yang hebat yang bisa membantu penyerangan lewat Overlapp cepat.

Di Lini Tengah ada nama Abimanyu, Witan dan Lutfi Kamal. Ketiga pemain jenderal lapangan tengah ini memiliki kecepatan serta umpan yang akurat dan terukur yang bisa memanjakan Para Strikernya di Lini Depan.

Dilansir dari Bola.com(30/8/2018) Timnas Indonesia U-19 akan menjalani Piala AFC dan lolos demi masuk ke Piala Dunia U-20. Di Lini Depan ada nama Todd Ferre, Rafli dan Saddil Ramdani. Ketiga pemain depan ini memiliki kecepatan serta ketajaman dalam naluri mencetak gol yang tinggi.


sumber